Langsung ke konten utama

MENENTUKAN KADAR VITAMIN C (ASAM ASKORBAT)

MENENTUKAN  KADAR VITAMIN C (ASAM ASKORBAT)
PERCOBAAN V

TUJUAN PERCOBAAN : Menentukan kadar vitamin C (asam askorbat) dalam sampel

ALAT DAN BAHAN :
Alat
Bahan
1. Buret dan Statif
1. Larutan KI  10 %
2. Pipet Volume (10 mL)
2. Larutan KIO3 = 0,128 N
3. Labu Erlenmeyer 3 buah
3. Larutan sampel vitamin C (asam askorbat)
4. Pipet Volume (25 mL)
4. Larutan Asam Sulfat 10 %
5. Lap/tisue
5. Larutan Amylum
6. Pump pipet
6. Larutan Na2S2O3 = 0,096 N
7. Gelas ukur 100 mL
7. Aquadest
8. Pipet tetes

9. Kertas Karbon/Palstik hitam


CARA KERJA :
1.      Bersihkan semua alat
2.      Masukkan larutan Na2S2O3 ke dalam buret
3.      Catat konsentrasi Na22O3 dan Volume awal
4.      Pipet 10 ml larutan sampel, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer
5.      Pipet 25 mL larutan KIO3 , masukkan dalam labu Erlenmeyer yang berisi sampel, catat konsentrasi KIO3.
6.      Tambahkan 10 mL larutan KI ke dalam labu Erlenmeyer
7.      Tambahkan 3 mL larutan H2SO4 encer
8.      Tambahkan 50 mL aquadest pada labu Erlenmeyer
9.      Tutup pakai kertas karbon atau plastic hitam, biarkan 5 menit
10.  Lakukan titrasi dengan larutan Na2S2O3 dari buret sampai terjadi perubahan warna dari Coklat – kuning minyak kelapa
11.  Tambahkan 1 pipet larutan amylum
12.  Lakukan titrasi lagi sampai warna biru hilang dan menjadi tidak berwarna
13.  Catat volume Na2S2O3 yang diperlukan
14.  Lakukan percobaan sebanyak 3 kali
15.  Hitung kadar asam askorbat dalam sampel.
16.  Bersihkan semua alat dan meja.

RUMUR PERHITUNGAN PERHITUNGAN KADAR ASAM ASKORBAT

V1 x N1  = (V2 x N2) + (V3 x N3)

 %

KETERANGAN :

V1 = Volume KIO3 = 25 mL
N1 = Normalitas KIO3 = = 0,128 N
V2 = Volume sampel vitamin C = 10 mL
N2 = Normalitas sampel vitamin C = ….. N
V3 = Volume Na2S2O3 = …… mL
N3 = Normalitas Na2S2O3  = 0,096 N



MENENTUKAN  KADAR VITAMIN C (ASAM ASKORBAT)
PERCOBAAN V

Nama Peserta Ujian       :…………………………………….
Nomor Ujian                  :…………………………………....
Nomor Meja                   :……………………………………
Nomor Sampel               :……………………………………
Hari/Tanggal                  :……………/………………………
Waktu                            :…………………………………….
DATA HASIL PERCOBAAN :
No.
Volume Na2S2O3 Terbaca pada Buret
Volume Na2S2O3
Akhir
Awal
1



2



3



Volume Na2S2O3 rata-rata


V1 = Volume KIO3 = 25 mL
N1 = Normalitas KIO3 = ………….N (ada di botol)
V2 = Volume sampel asam askorbat = 10 mL
V3 = Volume Na2S2O3 = ……………. mL ( hasil percobaan)
N3 = Normalitas Na2S2O3  = …………. N ( ada di botol)
PERHITUNGAN







KESIMPULAN

……………………………………………………………………………….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

21 Tali Temali dalam Pramuka, Simpul, Ikatan, Jerat, Pionering Lengkap

21 Tali Temali dalam Pramuka, Simpul, Ikatan, Jerat, Pionering Lengkap   Tali Temali memang tidak asing dengan pramuka, tali temali seperti tali, simpul, dan ikatan yang ada dalam pramuka, akan tetapi tidak sedikit anggota pramuka khususnya tingkat penggalang yang masih belum tau bagaimanakah cara membuat tali, simpul sekaligus ikatan tersebut. TALI TEMALI jendelapramuka.com Istilah tali temali dalam pramuka, sering kali kita mencampur adukkan antara tali, simpul dan ikatan hal ini sebenarnya berbeda. Berikut kami jelaskan perbedaannya di bawah ini : Tali : Bendanya Simpul : Adalah tali dengan tali Ikaran : Merupakan Tali dengan benda lain ( seperti tali yang diikatkan dengan tongkat dan sebagainya). Hasil bentukan dari tali, yakni terdiri dari, ikatan, simpul dan jerat. Simpul, Ikatan dan jerat yang baik dan benar adalah ikatan, simpul dan jerat yang bisa digunakan dengan kuat, tidak mudah lepas serta mudah untuk dilepas kembali. TALI TEMALI DALAM PRAM...

PROSEDUR PEMBUATAN INDIKATOR

PROSEDUR PEMBUATAN INDIKATOR 1. EBT (ERIOCROM BLACK T) Timbang 100 mg serbuk zat warna EBT ,10 gram Kristal NaCl atau Kristal Na2SO4 an hidrat. Kedua zat tersebut dicampur dengan cara menggerus didalam mortar sampai halus dan merata. Penggunaannya 100 mg (seujung spatel ) untuk satu kali titrasi. 2. Merah metil Larutkan 25 mg metil P dengan 0,95 ml larutan Natrium hidroksida 0,05 N dan 5 ml etanol 95 % setelah larut sempurna, tambahkan etanol 50 % secukupnya hingga 250,0 ml 3. Jingga metil Larutkan jingga metil P 0,04 % b/v dalam etanol 20 % 4. BTB Larutkan 100 mg biru brom timol P dengan 3,2 ml Natrium Hidroksida 0,05 N dan 5 ml etanol 90 % ,setelah larut sempurna tambahkan etanol 20 % secukupnya hingga 250,0 ml. 5. MUREXIDE Haluskan 100 mg serbuk murexide dengan 10 gram KNO3 atau 10 gram NaCl . Pada pemakaiannya 100 gram serbuk murexide tiap volume 150 sampai 200 ml. 6. Larutan indicator Fenolftalein 0,035 %. Timbang ± 0,035 gram Fenolftalein ,lar...

Membuat blog

Membuat blog Anda dapat membuat dan mengelola blog Anda sendiri dengan Blogger. Membuat blog Login ke Blogger . Di sebelah kiri, klik Panah bawah  . Klik Blog baru. Masukkan nama blog. Pilih alamat blog, atau URL. Pilih template. Klik Buat blog. Catatan: Pastikan Anda mematuhi  Kebijakan Konten Blogger  dan  Persyaratan Layanan . Mengelola blog Anda dapat mengelola siapa saja yang boleh mengedit dan membaca blog Anda.  Pelajari cara mengontrol akses ke blog . Anda dapat memilih tampilan blog sesuai yang Anda inginkan.  Pelajari cara mengubah desain blog . Memecahkan masalah Jika Anda mengalami masalah dengan Blogger, lihat  info tentang pemecahan masalah . https://support.google.com/blogger/answer/1623800?hl=id